PKH Plus: Jaring Pengaman untuk Lansia Pra Sejahtera di Jawa Timur
![]() |
Petugas Bank Jatim dan Pendamping Sosial PKH Mendampingi Proses Pembukaan Rekening Bantuan PKH Plus Kepada Salah Satu Lansia |
uripkuiurup.com - Setiap orang akan menua, dan seiring waktu, daya untuk bekerja dan mencari nafkah pun berkurang. Namun, bagi sebagian orang, masa tua justru menjadi ujian berat.
Tidak semua lansia memiliki jaminan keuangan, keluarga yang mendukung, atau akses terhadap layanan sosial yang memadai. Di sinilah peran negara menjadi krusial.
Pemerintah Provinsi Jawa Timur memahami tantangan ini dan menghadirkan Program Keluarga Harapan (PKH) Plus, sebuah program bantuan sosial bersyarat yang menyasar lansia miskin berusia 70 tahun ke atas.
Progam tersebut bagian dari dukungan progam PKH Kemensos RI, karena sasaran penerimanya adalah peserta PKH yang memiliki komponen lansia usia 70 tahun keatas.
Ini semacam sinergi progam dengan memberi bantuan tambahan kepada KPM PKH yang memiliki kerentanan lebih, progam ini juga bisa menjadi jaring pengaman bagi mereka yang berada di ujung kehidupan namun masih bergelut dengan keterbatasan ekonomi.
PKH Plus memberikan bantuan sebesar Rp2 juta per tahun yang dicairkan dalam empat tahap. Uang ini memang tidak cukup untuk memenuhi seluruh kebutuhan hidup, tetapi bisa menjadi penopang penting untuk keperluan dasar seperti makanan, obat-obatan, atau sekadar membantu membayar tagihan listrik.
Salah satu nilai penting dari progam ini adalah pendampingan sosial melalui Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga (P2K2) yang dilakukan oleh pendamping Sosial PKH.
Lansia yang menerima bantuan mendapatkan edukasi tentang kesehatan, keuangan, hingga keterampilan sederhana yang bisa membantu mereka bertahan di tengah kesulitan.
Selain itu, PKH Plus juga menjadi bukti bahwa negara hadir di tengah rakyatnya. Pemerintah tidak hanya sekadar mendata kemiskinan, tetapi juga mengambil langkah nyata untuk menguranginya.
Salah satu dampak besar dari PKH Plus adalah berkurangnya kesenjangan sosial. Di banyak desa dan kota di Jawa Timur, kita masih menemukan lansia yang hidup sendiri tanpa dukungan keluarga, mengandalkan belas kasihan tetangga, atau bahkan terpaksa bekerja di usia senja.
Bantuan ini, meskipun sederhana, memberikan mereka sedikit rasa aman dan pengakuan bahwa mereka masih menjadi bagian dari masyarakat yang peduli.
Lebih jauh, PKH Plus juga mendorong kesadaran kolektif tentang pentingnya peran sosial dalam menjaga kesejahteraan lansia.
Masyarakat yang melihat adanya bantuan ini akan lebih terbuka untuk ikut peduli terhadap lansia di sekitarnya.
Ini adalah upaya yang tidak hanya berorientasi pada angka statistik kemiskinan, tetapi juga membangun rasa kemanusiaan yang lebih luas.
Tentu saja, tidak ada program yang sempurna. Masih ada tantangan dalam pelaksanaannya, mulai dari validasi data penerima manfaat hingga distribusi bantuan yang tepat waktu.
Di beberapa daerah, masih ada lansia yang memenuhi kriteria tetapi belum terjangkau oleh program ini. Inilah yang perlu menjadi perhatian ke depan.
Namun, langkah yang telah diambil oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur patut diapresiasi. PKH Plus bukan hanya sekadar kebijakan sosial, tetapi juga refleksi dari komitmen untuk membangun keadilan bagi kelompok yang paling rentan.
Ke depan, harapannya program ini bisa terus diperluas, tidak hanya dalam jumlah penerima, tetapi juga dalam bentuk dukungan lain seperti layanan kesehatan yang lebih baik atau akses terhadap fasilitas sosial yang lebih memadai.
Sebab, kesejahteraan lansia bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga tanggung jawab kita bersama sebagai bangsa yang beradab.
Karena bagaimana kita memperlakukan orang tua di sekitar kita, mencerminkan bagaimana kita ingin diperlakukan saat kita sendiri memasuki usia senja.