Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Senator dan Komisi A DPRD Jatim Apresiasi Kinerja Keterbukaan Informasi di Halte Ramadan

Senator dan Komisi A DPRD Jatim Apresiasi Kinerja Keterbukaan Informasi di Halte Ramadan
uripkuiurup.com - Forum mingguan Harmonisasi Literasi (Halte) Ramadan yang digelar di kantor Komisi Informasi (KI) Jawa Timur, Kamis (20/3), berlangsung penuh keakraban.

Acara yang menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Ramadan 1446 H itu dihadiri Ketua Komite IV Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Ahmad Nawardi dan anggota Komisi A DPRD Provinsi Jawa Timur, Sumardi.

Tidak hanya membahas isu keterbukaan informasi di Jawa Timur, suasana Halte Ramadan kali ini semakin hangat dengan adanya nonton bareng (nobar) pertandingan kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia antara timnas Indonesia dan Australia, yang dilanjutkan dengan buka bersama.

Ketua KI Jatim, Edi Purwanto, menyampaikan apresiasi atas kehadiran para legislator tersebut. Di tengah padatnya jadwal, mereka masih menyempatkan diri hadir untuk berdiskusi dan mendukung kampanye keterbukaan informasi publik.

Menurut Edi, kegiatan seperti Halte Ramadan ini menjadi ruang kolaborasi yang penting dalam memperkuat literasi keterbukaan informasi di Jawa Timur.

"KI Jatim tentunya butuh dukungan, sinergi, dan kolaborasi dengan berbagai pihak, terutama Komisi A DPRD Jatim dan lembaga-lembaga mitra lainnya. Kita perlu terus mengedukasi masyarakat dan badan publik agar semakin memahami pentingnya keterbukaan informasi," ujarnya.

Sumardi, anggota Komisi A DPRD Jatim yang akrab disapa Cak Mardi, memberikan apresiasi terhadap upaya KI Jatim dalam mensosialisasikan literasi keterbukaan informasi publik.

Ia menegaskan bahwa keberadaan Komisi Informasi beserta tugas pokok dan fungsinya sebagai pelaksana Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 harus lebih dikenal masyarakat luas.

"Dengan tangan terbuka, saya siap mendampingi KI Jatim turun ke lapangan, tidak hanya di tingkat kabupaten/kota tetapi hingga ke desa-desa. Kita ingin masyarakat Jatim melek informasi, terutama di era digitalisasi seperti sekarang," kata Cak Mardi, legislator asal Golkar dari daerah pemilihan Jombang dan Mojokerto.

Senada dengan itu, Ketua Komite IV DPD RI Ahmad Nawardi juga mengapresiasi capaian positif KI Jatim. Menurutnya, kinerja KI Jatim dalam setahun terakhir telah berhasil meningkatkan Indeks Keterbukaan Informasi Publik hingga berada di peringkat kedua nasional.

Selain itu, banyak badan publik di Jawa Timur yang kini berstatus informatif dan penyelesaian sengketa informasi pun meningkat.

"Kami sudah mendapat informasi dari berbagai media mengenai capaian tersebut. Ini membanggakan dan perlu dipertahankan, bahkan ditingkatkan. Namun, tentu saja, dukungan dari pemerintah daerah tetap diperlukan, terutama dalam hal anggaran dan sarana-prasarana," kata Nawardi, mantan anggota DPRD Jatim dari PKB itu.

Lebih lanjut, Nawardi menekankan bahwa dengan jumlah desa mencapai sekitar 8.000 di Jawa Timur, yang tertinggi di Indonesia, KI Jatim memerlukan dukungan yang sepadan. Ia berencana menyampaikan kebutuhan tersebut kepada Gubernur Khofifah Indar Parawansa dan Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak.

"Saya meyakini, untuk menjadikan Jatim semakin maju dan berprestasi, Bu Gubernur dan Pak Wakil Gubernur akan memberikan dukungan yang maksimal," pungkasnya.

Melalui Halte Ramadan, KI Jatim menunjukkan komitmennya dalam mengampanyekan keterbukaan informasi secara kolaboratif dan berkelanjutan. (red)